oleh

Kunjungi Sulut, Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Kuwil Bandrol 1,9 Triliun

MINUT, Lidik News – Bendungan Kuwil Kawangkoan yang terletak di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, diresmikan oleh kepala negara presiden Joko Widodo kamis (19/01/2023).

Bendungan yang dikerjakan kurang lebih lima setengah tahun sejak 2016 silam ini, dibangun dengan anggaran 1,9 triliun memiliki kapasitas tampung 26 juta meter kubik dengan luas genangan 157 hektare.

Bendungan Kuwil Kawangkoan sendiri dalam pembangunannya terbagi pada 3 paket pengerjaan. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) bersama DMT ditunjuk oleh Kementerian PUPR sebagai kontraktor pelaksana paket.

Dalam konsorsium tersebut, WIKA memiliki porsi 85% dengan lingkup utama pekerjaan meliputi, pekerjaan terowongan dan bendungan utama. Lebih lanjut, WIKA juga dipercaya untuk melanjutkan pengerjaan paket III bersama PT Nindya Karya.
Pembangunannya sesuai dengan target waktu yang ditetapkan.

Bendungan Kuwil juga menjadi proyek bendungan ketiga yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo dalam satu bulan terakhir, setelah Bendungan Sukamahi dan Bendungan Sadawarna.

Dalam sambutannya, Kepala Negara Jokowi menyebut bahwa bendungan yang dibangun tersebut memiliki sejumlah manfaat yang dapat digunakan oleh warga sekitar bendungan.

” Bendungan Kuwil Kawangkoan kita harapkan bisa menghilangkan, mengurangi banjir, utamanya yang ada di Manado, yang pernah kejadian di tahun 2014 lalu. Juga untuk persediaan air baku bagi Manado, Minahasa Utara, dan juga Bitung. Berikut ini juga sebagai pembangkit listrik mikrohidro yang bisa menghasilkan tenaga listrik sebesar 2 x 0,70 megawatt. Saya kira fungsi itu juga sangat baik bisa menghasilkan energi hijau dari Waduk Kuwil Kawangkoan. Dan yang tidak kalah penting juga, bendungan ini bisa dipakai untuk mengairi sawah-sawah yang ada di sini”, jelas Jokowi.

Selain manfaat tersebut di atas ditambahkan pula oleh Direktur Bendungan dan Danau Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Airlangga Mardjono, bahwa Bendungan Kuwil Kawangkoan memiliki potensi pariwisata seluas kurang lebih lima hektare.

Potensi pariwisata tersebut antara lain berupa waruga atau makam kuno masyarakat Minahasa yang menjadi destinasi wisata sejarah favorit para wisatawan dalam maupun luar negeri.

“Waruga atau makam kuno yang kita lestarikan dan kita revitalisasi sehingga juga bisa menjadi daerah kunjungan pariwisata baru di Kota Manado,” ujar Airlangga.

Turut hadir dalam peresmian tersebut adalah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Anggota Komisi V DPR RI Djenri Alting Keintjem, Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Bupati Minahasa Utara Joune Ganda, Direktur Utama Wijaya Karya Agung Budi Waskito, dan Direktur Utama Nindya Karya Haedar A. Karim.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *